Obrolan Hujan

Dalam himpunan hujan, aku menengadahkan tangan

Berharap akan menjamah erat, yang lalu, yang dulu

Meski dengan bertelanjang tangan, aku tetap mengais

Menyampingkan getirnya dingin, yang pahit menusuk

Lalu, sampai kapan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s