Gelap Hitam Pekatku Lahir dari Keberadaanmu

Engkaulah gelap yang menjelma terang di balik awan malam dan rembulan
Engkaulah hitam yang menjelma putih di atas senyum, tawa dan canda
Engkaulah pekat yang memudar oleh rindu yang menggebu

Lalu, aku hanya
Menghitung jarak darimu
Menghindari poros mata kita bertemu
Melewatkan senyummu berlalu
Membiarkan tak menggenggam tanganmu

Karena dengan itu aku menciptakan gelap hitam dan pekatku

Hingga kenangan bersamamu lenyap oleh mereka

Sedari awal harusnya tak ku lanjutkan sesuatu yang tak kunjung naik ke titik temu

16 Mei 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s